Tugas Remedial B.Inggris

Nama:Nova muhamad arifin

Kelas  :XII-E



 a). Cara Menanam & Merawat Sirih Cina

 

Menanam:

 

1. Pemilihan bibit: Gunakan stek batang segar (panjang 15-20 cm) dengan 3-4 buku daun, atau benih yang matang.

2. Media tanam: Campuran tanah gembur, kompos, dan pasir (rasio 2:1:1) untuk drainase yang baik.

3. Cara menanam:

- Untuk stek: Rendam ujung bawah dalam air selama 1-2 hari, lalu tanam 5-7 cm ke dalam media.

- Untuk benih: Taburkan benih di atas media, tutupi dengan lapisan tanah tipis, dan siram secara teratur.

4. Tempat tanam: Tempat teduh atau sebagian terkena matahari (60-70% cahaya), hindari sinar matahari langsung yang terlalu kuat.

 

Merawat:

 

- Penyiraman: Siram 2-3 kali seminggu, pastikan media tetap lembap tapi tidak tergenang.

- Pemupukan: Beri pupuk organik (kompos atau pupuk kandang) setiap 2 minggu, atau pupuk kimia cair dengan takaran rendah setiap bulan.

- Pemangkasan: Pangkas cabang yang terlalu panjang atau daun yang layu untuk merawat bentuk dan merangsang pertumbuhan baru.

- Pencegahan hama & penyakit: Hindari kelembaban berlebih untuk mencegah jamur. Gunakan semprotan obat alami (misal air kapur) jika ada serangga.

 

 

 

b). Manfaat/Khasiat Sirih Cina

 

Sirih cina (kuno: Piper sarmentosum) memiliki kandungan senyawa aktif seperti piperin, flavonoid, dan minyak atsiri yang memberikan manfaat:

 

- Meredakan nyeri: Nyeri kepala, nyeri sendi, atau nyeri haid.

- Memperkuat sistem imun: Mencegah infeksi virus dan bakteri.

- Menyembuhkan luka: Daun yang direbus atau dibalut dapat menghentikan pendarahan dan mempercepat penyembuhan luka.

- Meredakan maag & gangguan pencernaan: Mengurangi perut kembung dan meredakan nyeri maag.

- Antiinflamasi: Meredakan peradangan di dalam tubuh.

- Manfaat kulit: Meredakan jerawat, eksim, dan gatal-gatal ketika dibalut.

 

Catatan: Gunakan dengan bijak dan konsulkan dokter jika ada kondisi kesehatan tertentu.

 

 

 

c). Potensi/Peluang di Pasar sebagai Obat Tradisional

 

1. Permintaan yang meningkat: Masyarakat semakin menyukai obat alami karena dianggap lebih aman dan ramah lingkungan.

2. Beragam bentuk produk: Dapat diproses menjadi teh, serbuk, salepx

, minuman herbal, atau suplemen.

3. Peluang pasar lokal & nasional: Banyak digunakan dalam pengobatan tradisional di Indonesia, terutama di daerah pedalaman.

4. Potensi ekspor: Di negara-negara tetangga (misal Malaysia, Thailand) juga populer sebagai obat tradisional, bahkan mulai dikenal di pasar internasional.

5. Biaya produksi rendah: Mudah ditxanam di lahan sempit atau pekarangan, sehingga cocok untuk petani skala kecil.

6. Dukungan kebijakan: Pemerintah mendorong pengembangan obat tradisional melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan izin produksi.

 

 

 

d). Dokumentasi Pertumbuhan Tanaman

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Kelompok

Tugas Ekonimi